Tak Punya Sopan Santun..!! Siswa SMP Pukul Kelapa “Guru” Pakai Balok Kayu..Akhirnya..

Seorang siswa SMP Bambanglamotu, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, akhirnya dikeluarkan dari sekolah, karena menganiaya gurunya, Muhtar, Senin (7/8/2017). Pelaku sempat dilaporkan ke polisi, namun korban yang dianiaya dengan dipukul pakai balok kayu mencabut laporan polisi dan memaafkan FD.

 Muhtar, yang ditemui di ruangan kelas saat kembali mengajar, menceritakan kronologi penganiayaan. Muhtar bahkan memeragakan bagaimana siswanya, FD menghantam leher dan kepalanya dengan balok kayu dari arah belakang saat korban sedang mengajar.

Muhtar, guru SMP Bambanglamotu menceritakan kronologi kejadian hingga dirinya dianiaya siswanya dengan balok kayu, Senin (7/8/2017).

Screenshot_11-300x201 Tak Punya Sopan Santun..!! Siswa SMP Pukul Kelapa "Guru" Pakai Balok Kayu..Akhirnya..
>> Kronologi Lengkap Lihat Disini

“Saya menghadap ke siswa di dalam kelas, tiba-tiba dari arah belakang FD datang membawa kayu dan menghantam punggung dan kepala saya dengan balok kayu,” ujar Muhtar.

Setelah menganiaya gurunya, pelaku kemudian kabur melalui belakang sekolah ke areal perkebunan sawit tak jauh dari lokasi kejadian. Insiden penganiayan ini diduga pelaku FD tersinggung karena ditegur sang guru agar lebih disiplin ke sekolah demi meningkatkan prestasi belajarnya. Namun teguran sang guru ini rupanya tak diterima oleh FD. Aparat Polsek Bambanglamotu kemudian menangkap FD setelah menerima laporan dari korban. FD akhirnya ditahan di kantor Polsek Bambanglamotu.

Terkait perbuatan pelaku, Kepala SMP Bambanglamotu, Suraian mengatakan, pihaknya menyatakan menolak menerima kembali FD untuk bersekolah. FD dikembalikan kepada kedua orangtuanya. Suriana saat didampingi Muhtar, kepada sejumlah media, Senin hari ini menyatakan angkat tangan mendidik FD. Dia juga mengaku khawatir FD membuktikan ancamannya untuk membalas dendam kepada gurunya setelah keluar dari kantor polsi. Apalagi, FD saat itu sempat mengajak teman-temannya untuk menganiaya guru, namun tak digubris.

READ MORE >>