Menkeu Rombak Sistem Pensiun PNS, Berikut ini Sistem Pensiun Terbaru Sesuai Penjelasan Menpan-RB

By | July 19, 2017

Screenshot_21-300x173 Menkeu Rombak Sistem Pensiun PNS, Berikut ini Sistem Pensiun Terbaru Sesuai Penjelasan Menpan-RB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur tengah menggodok formula baru sistem pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan skema fully funded. Hal ini menyusul rencana perombakan program pensiun oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati.

 “Ini masih dikaji oleh tim. Saya juga harus koordinasi dengan Menkeu, mau dikaji seperti apa karena kita ingin pensiun memperoleh manfaatnya,” kata Asman saat berbincang dengan Liputan6.com di kantornya, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Penting : Berikut Sistem Pensiun Terbaru Sesuai Penjelasan Menpan RB

Asman menjelaskan, sistem pensiun yang sedang dikaji menggunakan skema fully funded, yakni PNS dan pemerintah sama-sama membayar uang iuran untuk pensiun. Modelnya sama seperti kepesertaan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yaitu si pekerja dan pemberi kerja menyisihkan iuran.
“Sistemnya dinamakan fully funded, PNS dan pemerintah membayar iuran pensiun, sama seperti BPJS Ketenagakerjaan. Lalu iuran-iuran itu dikelola oleh badan tertentu, untuk kemudian manfaatnya dikembalikan ke pensiunan PNS, termasuk untuk membayar DP rumah, dan lainnya,” ia menerangkan.

Asman menuturkan, skema pembayaran pensiun PNS yang berlaku saat ini dikenal dengan Pay As You Go yang seluruhnya ditanggung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lalu pemotongannya dilakukan secara terpisah, baik untuk BPJS Kesehatan, BPJS Ketenakerjaan, Jaminan Hari Tua (JHT).

Baca : Mengenal Skema Fully Funded Iuran Pensiun.. Simak !

“Karena masih ditanggung APBN, pembayaran pensiun PNS membebani APBN dengan kewajiban Rp 70 triliun per tahun. Bahkan di negara-negara maju tidak ada lagi APBN yang buat membayar pensiun,” ujar dia.

Atas dasar itulah, kata Asman, pemerintah mengkaji sistem program baru yang diklaim bakal lebih mensejahterakan para pensiunan PNS. Untuk besaran iuran, termasuk teknis kajian sistem pensiuntersebut, Asman mengaku belum dapat menjelaskan secara detail karena masih dalam kajian.

Baca : Perhitungan Uang Pensiun yang akan Diterima

“Belum ada keputusan sama sekali kapan bisa berlaku, karena kajian internalnya sedang saya dan tim finalisasi. Koordinasi dengan Menkeu, Menkumham pun perlu dilakukan untuk membahas pemberlakuan sistem pembayaran pensiun tersebut,” ujar dia.

BACA SELENGKAPNYA >>

sumber : liputan6